Berbicara mengenai solusi transportasi dan mengurangi kemacetan di Jakarta hanya akan menjadi isapan jempol. Semua dialog terbuka di media massa maupun dunia maya semuanya hanya menjadi sebuah wacana saja. Mungkin juga termasuk artikel ini lagi-lagi hanya menjadi sebuah wacana yang tak kunjung berubah, tidak akan membawa dampak positif atau bahkan solusi atas transportasi yang aman, nyaman, memadai dan mengurangi kemacetan.
Saya tak mungkin lagi memberi sebuah ide atas solusi hal ini bagi kota Jakarta. Bukankah sudah ribuan kali kita mendengarnya? Karena ini bukanlah masalah yang harus ditangani oleh pemprov DKI Jakarta, melainkan sudah memasuki taraf masalah terbesar negara Republik Indonesia.
Solusinya tidak ada karena :
1. Negara berasaskan Pancasila ini tidak berjalan sesuai kaidah-kaidah yang tertuang dalam butir-butir Pancasila.
2. Kesadaran masyarakat sangat rendah di semua bidang sosial, politik, budaya, ekonomi dan hukum.
3. Hukum di negeri ini tidak berfungsi sepenuhnya.
4. Pendidikan tidak merata di segala aspek kehidupan.
5. Korupsi, kolusi dan nepotisme sudah mendarah daging
6. Pengangguran terus bertambah.
7. Semakin trendnya pejabat pemerintahan yang tak berhati nurani dan tak berpendidikan menduduki posisi-posisi penting dalam negara.
8. Hidup di Indonesia sangat menjunjung tinggi kepentingan pribadi.
9. Harkat dan martabat orang banyak dikuasai oleh segelintir orang saja.
Dan solusi transportasi dan kemacetan di Jakarta ternyata masih menjadi sebuah MIMPI KE NEGERI DONGENG :) Selamat menikmati sebuah wacana dan isapan jempol. Salam!
Foto : www.flickr.com
 |
| Wajah jalanan ibukota Republik Indonesia - DKI Jakarta |